April 22, 2024

Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Rakyat dalam Bahasa Jawa Ngapak dan Menganalisis Struktur Tembang Macapat

0

Oleh: Purwati, S.Pd.

Era industri 4.0 telah mendorong perubahan fundamental dalam pendidikan, mendorong para pendidik untuk menjadi agen perubahan yang mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan pendekatan yang inovatif. Di tengah tantangan ini, SMP Negeri 3 Karangmoncol, yang berlokasi di Desa Baleraksa, Kabupaten Purbalingga, telah mengambil inisiatif dengan melakukan penelitian inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita rakyat dalam Bahasa Jawa Ngapak dan menganalisis struktur Tembang Macapat.

Latar Belakang Masalah dan Tantangan yang Dihadapi

Menghadapi perubahan zaman, peran guru tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Di SMP Negeri 3 Karangmoncol, guru-guru menyadari perlunya peningkatan keterampilan menulis cerita rakyat dalam Bahasa Jawa Ngapak sebagai bagian penting dari kompetensi siswa. Namun, evaluasi sebelumnya mengungkap beberapa kendala, termasuk kesulitan dalam menerapkan struktur cerita yang benar, pemahaman yang kurang terhadap Bahasa Jawa Ngapak, serta minimnya pendekatan pembelajaran inovatif.

Pendekatan Solusi Inovatif

Dalam mengatasi tantangan ini, model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diadopsi untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita rakyat. PBL mendorong siswa untuk aktif mencari solusi terhadap masalah yang diberikan, membantu mereka mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis cerita rakyat dengan lebih baik. Teknologi juga dimanfaatkan melalui penggunaan media seperti video pembelajaran, yang memudahkan siswa dalam memahami materi dengan lebih baik.

Selain itu, untuk menganalisis struktur Tembang Macapat, pendekatan inovatif juga diterapkan. Media berbasis IT, seperti presentasi berbasis PowerPoint yang interaktif dan video pembelajaran diunggah melalui saluran YouTube sekolah, digunakan untuk memfasilitasi pemahaman siswa terhadap struktur Tembang Macapat.

Dampak Positif dan Implikasi

Langkah-langkah inovatif ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Dengan menerapkan model PBL dan memanfaatkan media berbasis IT, partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat, dan peningkatan ketrampilan menulis cerita rakyat serta pemahaman struktur Tembang Macapat terlihat dari hasil pretes dan postes.

Pada penelitian pertama, peningkatan ketuntasan pretes mencapai 15%, dari 60% menjadi 75%. Pada penelitian kedua, peningkatan lebih signifikan terjadi dengan peningkatan ketuntasan pretes mencapai 17%, dari 60% menjadi 77%.

Inspirasi untuk Masa Depan

Upaya inovatif yang diambil oleh guru di SMP Negeri 3 Karangmoncol memberikan inspirasi bagi rekan-rekan pendidik lainnya untuk menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran. Penerapan model PBL dan teknologi dalam pendidikan membuktikan bahwa perubahan dapat terjadi dengan kolaborasi dan semangat inovatif. Dengan demikian, para guru di seluruh dunia memiliki peluang untuk meraih kesuksesan dan memberikan dampak positif pada siswa di era industri 4.0.

M Ali Sofi
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *